SMKS Pariwisata Werdi Sila Kumara

SMKS Pariwisata Werdi Sila Kumara
Jln. Raya Silakarang, Singapadu kaler, Sukawati
( 0361 ) 980677
info@wsk.sch.id

Selamatkan Bali Dari Sampah Plastik

SELAMATKAN BALI DARI SAMPAH PLASTIK

SELAMATKAN BALI KITA

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:

  • Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
  • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
  • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
  • Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
  • Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
  • Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
  • Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
  • Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.

Untuk menyelamatkan Bali dari bahaya sampah plastic maka Pemerintah Daerah Provinsi Bali mengeluarkan peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dimana Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang dimaksud adalah cara untuk meminimalisasi volume atau berat, distribusi dan penggunaan Plastik Sekali Pakai (Kantong Plastik, Styrofoam, dan Sedotan PLastik).

Dalam rangka mendukung Program Pemerintah Provinsi Bali dalam Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Maka SMKS Pariwisata Werdhi Sila Kumara memberikan edukasi kepada Peserta Didik agar ikut berperan akatif dalam mengurangi/membatasan penggunaan Sampah Palstik Sekali Pakai di lingkungan sekolah dengan cara:

  1. Membiasakan Peserta Didik membawa Alat Makan dan Minum Sendiri
  2. Membiasakan Peserta Didik untuk tidak Membeli Makanan dengan Kemasan Plastik
  3. Menyediakan Stasiun Isi Ulang Air Minum
  4. Memberi Edukasi ke Pemiliki Kantin Sekolah agar mebatasi pengunaan Plastik Sekali Pakai dalam berjualan.

Membuat dan memasang Slogan Bahaya Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah.