TIRTAYATRA OSIS BLAMBANGAN DAN LUMAJANG

TIRTAYATRA-OSIS-BLAMBANGAN-DAN-LUMAJANG

TIRTAYATRA-OSIS-BLAMBANGAN-DAN-LUMAJANG

Pergi dengan Harapan Baru, Pulang dengan Kenangan Manis “ Itulah kesan pertama yang tersirat di benak anggota OSIS SMK Werdhi Sila Kumaraperiode 2012/2013 pasca pelaksaan kegiatan tirtayatra Blambangan dan Lumajang byang diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2013 s.d 27 Oktober 2013. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tiada lain bertujuan untuk meningkatkan rasa ketaqwaan dan rasa spiritualitas dikalangan anggota OSIS. Proses pelaksanaan kegiatan tirtayatra telah dirancang dari jauh – jauh hari sebelumnya yakni sekitar blan Januari 2013, mengingat kegiatan ini merupakan kali pertama OSIS SMK Werdhi Sila Kumara melakukan kegiatan tirtayatra ke luar Bali. Dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang, yang menghabiskan anggaran biaya sebesar Rp 18.800.000, yang berasal dari uang tabungan anggota OSIS sebesar Rp 10.000.000 dana OSIS dari sekolah sebesar Rp 6.000.000guru pendamping sebesar Rp 2.000.000 dan dana dari donatur sebesar Rp 839.000, kegiatan tirtayatrapun dapat berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan tirtayatra dimulai pada hari Jumat, 25 Oktober 2013, dengan agenda kegiatan persembahyangan bersama ( Mapekeling ) di Padmasana sekolah serta pengarahan secara umum oleh Wakasek Kesiswaan dan Pembina OSIS.

            Kemudian pada saat hari H, yakni tanggal 26 Oktober 2013 peserta tirtayatradiwajibkan untuk tiba di sekolah jam 05 : 30 pagi dengan melaksanakan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan pengarahan dan pelepasan oleh Bapak Kepala Sekolah. Kegiatan tirtayatrea dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan di Pura Rambut Siwi sebelum melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang menghabiskan waktu kurang lebih satu jam perjalanan. Dan dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Blambangan. Menurut penuturan salah satu anggota OSIS, perjalanan dari Pura Agung Blambangan menuju ke Pura Mandara Giri Semeru Agung yang berlokasi di desa Senduro Kecamatan Lumajang memerlukan waktu yang lumayan lama.“ perjalanannya lumayan jauh sekitar 5 -6 jam perjalanan, awalnya saya sempat berpikiran akan bosan berada dalam bus selama 6 jam. Tetapi ternyata tidak, perjalanan selama di bus sangat menyenangkan, bagaimana tidak ? Teman – teman OSIS sangat gokil dengan jogetnya sendiri – sendiri dengan diiringi lagu dangdut maupun DJ. Nggak ada rasa malu ataupun gengsi, asal ada lagu pasti joget, hehehe. “ tuturnya. “kami sampai di Lumajang sekitar jam 21:00 dan melaksanakan persembahyangan di Pura Mandara Giri Semeru Agung sekitar jam 22:00 dan dilanjutkan dengan acara bebas. Yang mau beristirahat sudah disediakan tempat mekemit di wantilan pura dan bagi yang mau membeli oleh – oleh juga dipersilahkan “ lanjutnya.

            Sementara untuk kegiatan pada tanggal 27 Oktober 2013, diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Mandara Giri Semeru Agung sekaligus mepamit, sertafoto bersama, dan dilanjutkan dengan perjalanan pulang kembali ke Bali. Perjalanan yang menghabiskan waktu selama 12 jam tersebut terasa begitu singkat bagi para peserta tirtayatra.     “ Ya, kami berangkat dari Senduro sekitar jam 07:30 pagi dan tiba di sekolah sekitar jam 20:00” . “ Kesan kami selama mengikuti kegiatan tirtayatra Blambangan dan Lumajang ini tentunya kami merasa sangat senang, setelah lelah dengan berbagai kegiatan – kegiatan OSIS sebelumnya kini rasa lelah itu terobati selain itu melalui kegiatan tirtayatra ini dapat menambah wawasan kami karena secara tidak langsung kami diperkrnalkan keadaan lingkungan di Pulau Jawa, serta rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota OSIS semakin terjalin erat.” Tuturnya ketika diwawancarai team Juweska beberapa waktu yang lalu. Ia juga berpesan kepada anggota OSIS periode selanjutnya agar selalu meningkatkan rasa persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan baik antara sesame anggota OSIS maupun dengan warga sekolah lainnya, serta semangat dan selalu memberikan yang terbaik demi kemajuan organisasi dan sekolah.

Purwani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *