Kursus Campuhan Collage

Kursus-Campuhan-Collage

Kursus-Campuhan-Collage

DALAM suatu sekolah tentu ada extra baik itu extra fruit carving, bahasa inggris, bartender dan lain sebagainya. Kita di WSK sebagai sekolah pariwisata tentu saja harus bisa berbahasa inggris untuk itu diadakannya extra bahasa inggris yang pengajarnya I Ketut Swandi yang mengajar di WSK kira- kira selama 3-4 tahun. Biarpun sudah berumur 44 tahun I Ketut Swandi tetap semangat mengajar siswa- siswi di WSK. Pria kelahiran singaraja ini sangat pintar mengatur waktu antara di sekolah, campuhan college, dan di rumah. “Saya selalu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya seperti halnya “TIME IS MONEY” waktu bagi saya sangat berharga dari pagi sampai malam pun sangat berharga” pungkas swandi.

            Selain sibuk mengajar dia juga menyempatkan waktu untuk meluangkan hobinya yaitu membaca. Setiap ada waktu luang pasti dia menyempatkan diri untuk membaca baik membaca berita maupun membaca materi- materi bahasa inggris yang akan diajarkan kepada siswa-siswi WSK.

Pria kelahiran singaraja ini selain mengajar di WSK dia juga mengajar kursus di Ubud yang namanya CAMPUHAN COLLEGE yang berdiri pada tahun 2007. Sejak berdirinya campuhan college ini PBB ada kaitannya dan ada hubungannya dengan pihak campuhan college yang namanya Living Value International suatu yayasan di ubud. Siswa- siswi WSK yang berkemampuan lebih dikirim ke Campuhan college untuk kursus disana. Di campuhan college pendidikannya sangat berkualitas. Beberapa siswa- siswi WSK yang kursus disana merasakan suasana kekeluargaan antara guru dan murid sama- sama belajar dan saling berteman. Kualitas campuhan college sangat memadai untuk belajar maka dari itu siswa- siswi WSK sangat betah belajar disana. Siswa- siswi dibuatkan peraturan oleh gurunya masing- masing yang bertujuan untuk agar kursus disana berjalan dengan lancar.

Tujuan para guru- guru untuk mengirim siswa-siswi ke campuhan college yang berkemampuan lebih adalah untuk menambah ilmu pengetahuannya dalam berbahasa inggris karena kita di dunia pariwisata dituntut untuk bisa berbahasa inggris tentunya untuk menghasilkan siswa yang siap kerja di dunia industri.

Tyewa dan Deviya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *